rokok, perempuan dan luka

Waktu gw mutusin untuk berhenti ngeblog
Gw rasain bahwa hidup gw bukan untuk konsumsi public, ga ada manfaatnya nulis dan buat org sejagat tau gagalnya hidup gw, apalagi orang macam macam penyuka kambing yg suka ngadu kambinkkkkkk, tapi kadang lewat tulisan, lo bisa expresikan perasaan lo yang semoga bisa buat inspirasi orang lain dan juga buat insap pengadu kambikkkkkkk
“mbekkkkkkkkkkkkkkk”
Smoga……. andai kambing ngerti bahasa manusia.
By the way hopeless nek a kambink always a kambink….piss ajah dah

Rokok, perempuan dan luka
Dedicated for blueberry, lovely ( mom love you ) and all women that understand what is pain.( and of course not for kambinkkkkkkkkkk )

Dulu gw kira kisah hidup gw layak buat dijadiin saingannya sinetron “ tersandung ” yg pernah ditayangkan salah satu tv swasta dari mulai gw smp ampe gw lulus sma dan belum tamat tamat juga.
Dulu gw kira gw ini perempuan paling baek sedunia yg udah jadi korban perasaan buta yg ga mampu baca kenyataan bahwa ini lah dunia.
Akhirnya selama gw dijakarta dan ketemu ama temen temen baru dan berlaku sebagai ajang pendengar kisah hidup mereka itu, gw man bilang : “eh elo mah ga ada ape apenya dibanding gw” gw ga berharap mereka bisa rasain apa yg pernah gw rasain, gw man berharap mereka belajar dari apa yg pernah gw laluin.

Yang gw tahu bahwa dihianati itu sakit, yang gw tahu tentang persahabatan adalah kalo temen baek lo dan lo care ama dia ternyata pengen ama laki lo, yang gw tau kalo jadi simpenan laki orang itu ga akan pernah dianggap srius selain buat bumbu pemanis rumah tangga orang, yang gw tau kalo duduk diujung kamar ditemenin sebatang rokok itu bukan pelampiasan kesedihan tapi sebuah bentuk self defend, yang gw tau kalo minum sebotol JD atau CR itu hanya bentuk dari mencari alasan untuk pembenaran waktu ngelakuin perselingkuhan, yang gw tau waktu make itu adalah sebuah bentuk dari pembanggaan terhadap suatu keberanian diri,Yang gw tau kalo natoo badan mulus kita itu adalah pembuktian tentang sebuah luka.
Sssh………….
Itu doank yg gw tau, setelah gw ketemu perempuan ini, perempuan yg mampu buat perempuan semacam gw mikirin dia dan susah tidur malam itu.( gw 5 % gay tapi belom parah kok santai buuu )

Perempuan itu duduk diujung ruangan kantor yg masih bau cat, dengan mata kosong, make up tebal dan baju murahan.
Waktu itu ga ada kata kata dari otak gw selain “pathetic” .
Perempuan itu dengan sebatang rokok dan celana pendeknya, ngisep santai di ujung gang sambil ngobrol ama segerombol laki laki. Otak gw mikir : “cheap”
sumpah gw bukan biang gossip, gw juga ga peduli siapa dia dan dr mana asalnya. EGP
tapi ini khan pendapat gw pribadi yg ga pernah gw lontar kan langsung ke dia.
Dan itu hukumnya sahhhhhhhhhh , wong koleksi pendapat pribadi kok disalahkan.

Hemmmmm
Tapi setiap manusia dilahirkan tanpa dosa dan penuh kasih, sekeras kerasnya hati pasti luluh dengan sebuah senyuman tulus, perempuan itu menyapa gw di ruang document menawarkan sebuah penawaran yg sempat membuat gw kagum akan suara halusnya, hati gw makin luluh ketika dia, dibalik ketidak percayaan dirinya memberi maaf atas kata kata mendeskriditkan dia yg tidak sengaja gw ucapkan waktu emosi menilai dia, hati gw semakin hancur waktu melihat seuntai rosario disamping tempat tidur rapinya, waktu itu lidah gw kelu, gw man bisa menjerit dalam hati : “Tuhan apa yg telah gw perbuat pada perempuan macam ini ?” sejahat itu kah gw dan pikiran gw ttg dia ?

Gw sadar malam itu, gw man terbengong bengong bego duduk di pinggiran ranjang sambil mandangi wajah imut yg mulus itu komat kamit tanpa beban dan air mata, dengan kekuatan seorang perempuan dan menceritakan tentang kisah hidupnya, sesekali gw bergidik tak kala cerita yg dia sampaikan sampai pada scene scene mengerikan.
Tuhan bila emang kau penyayang kenapa kamu biarkan perempuan perempuan macam kami ini melewati masa masa seperti ini ?
Jawab Tuhan : “Karna aku sayang padamu anakku dan aku ingin engkau belajar tentang kasih sayang.”
mungkin itu pertanyaan dan jawaban yg gw yakinin emang dari sana.

Rokok, perempuan dan luka.

Perempuan itu membawa sejuta impian dan sekoper harapan dan juga sepenggal masa mudanya dan juga kebangganannya.
Berdiri diujung airport dengan nafas pertamanya dikota besar itu.
Perempuan biasa yang hanya bermodal cinta, dan memimpikan sebuah kata “selamanya”
Aku adalah perempuan itu dan juga dia.

Perempuan itu dengan sejuta ego, kecantikannya,disembah dan dipuja bagai dewi cinta, dan segala kemewahan yang sudah dibawa sejak lahirnya dan semua sifat putri raja yang membawanya dewasa.
Belanja dengan modal yang dibawanya untuk ditukarkan dengan kasih yang diharapkanya dari seorang laki laki yang dicintainya.
Perempuan itu aku dan dia.

Perempuan dan sejuta kebanggaannya, duduk tersungkur di samping bongkah kapas murahan, dengan semua kehancuran akan kebanggaannya, memandikan tubuhnya dengan sebuah kebohongan atas nama cinta.
Dia adalah aku dan perempuan itu.

Perempuan itu menyulutkan sebatang rokok dibibir polosnya dan mengoyak ngoyak rambutnya, bersandar di dinding dingin ujung ruangan, menatap jam dinding sialan yang terus berputar. Menunggu bajingan itu pulang melampiaskan nafsu bejatnya.
Itu perempuan , aku , dia

Perempuan itu berlutut membasuh kaki bajingan itu dengan air matanya, menjilat lantai dengan lidahnya, berterima kasih atas penghianatannya, memeluk wangi parfum wanita lain di tubuhnya.
Perempuan itu siapa dia ?

Aku berteriak karena aku punya hati, aku mulai memaki karena kamu tak bergeming dalam sesatmu, aku melolong karena aku ini hanya butuh belaimu, aku membiru, aku membeku, aku bukan aku saat aku melayangkan tangan ku diwajah bajingan yang aku sayangi yaitu kamu, aku sangat menyayangi kamu dan aku hanya mengemis sedikit dari perhatianmu.
Perempuan itu menjadi siapa?

Siapa dia ? siapa perempuan itu ? siapa namanya ? kenapa wajahnya mirip aku ? kenapa juga mirip dia. Yang duduk di ujung kereta murahan, dengan mata kosong dan tangan hampa, menjijikan seperti sampah murahan, tersendat perlahan setiap kali telepon berbunyi, menatap nanar bahwa itu iklan dari operator telepon sialan.
Perempuan itu sebenarnya siapa dia ?

。。。。。。。。。。 aku hilang ingatan…….
Sejenak…………….. sedetak………………. Aku menghilang………………….

Aku tenggelam sejenak, saat detak jantung ku menjadi dua, saat nafasku terasa berkejar kejaran dengan sesuatu dalam jiwaku, aku tersenyum , aku menang , aku akan memiliki engkau lagi wahai dunia, tunggulah aku dalam senyumku.
Perempuan itu bukan aku.

Aku baru merasakan nafasnya, aku yakin aku akan secantik dia, aku rasakan lembut tangannya, aku tau betapa ia mencintaiku dengan sepenuh hatinya yg rapuh, kenapa ?
Kenapa aku ? salah apa ? aku layak untuk jadi pengobat luka mu, setidaknya aku tidak akan menyakitimu dengan ucapan dan perbuatanku, aku hanya ingin melihat dunia dan menyayangimu, aku hanya berteman dalam sepiku.
Perempuan itu adalah dia yang berkorban untukku, dan cintaku.

Aku berjalan dengan kaki telanjangku, mencoba menguliti jari jariku, memendam jiwaku dalam aroma racun menyengat itu, aku koyak dadaku, aku cabut jiwaku dengan sisa tenaga dan cintaku.aku menggeram bahwa aku masih mencintaimu dan segenap kemunafikan dunia dan juga kebutaan mu pada derita.
Aku, dia , mereka adalah perempuan itu

Aku berlalu seperti angin malam, aku terlahir kembali dalam danau airmata dan kasih sayang wajah wajah yg kukenal dan sempat aku lupakan, aku sang bidadari tanpa sayap utuh, yang bangkit karena cinta masih membara dalam hatiku, aku belum mati, aku hanya tertidur untuk waktu yang lama, selama waktu menerkamku dan memuntahkan aku lagi di dunia. Aku sang pemenang sebenarnya, aku telah memenangkan diriku sendiri, dan aku akan menjadi pemenang dalam babak babak selanjutnya.
Perempuan itu aku, dia dan banyak perempuan perempuan tersakiti yang bangkit karena cinta.

Rokok, perempuan dan luka
Banyak alasan kenapa seorang perempuan dengan sebatang rokok ditangannya.
Tapi gw yakin rokok, perempuan dan luka adalah sebuah cerita bisa yang bisa aku tangkap maknanya, kisah sepahit rasanya, dan sekejam effectnya, biarkan dunia terus bermain main dengan pikirannya waktu rokok, perempuan dan luka sedang melenggang didepan batang hidungnya.

Yg gw tulis diatas bukan sebuah cerpen atau puisi, tapi sebentuk jeritan hati yg bisa gw tangkap dari cerita didepan mata gw, kisah tentang perempuan perempuan di dunia ini yang ternyata ……….. memiliki kisah ga jauh beda.

Dear blueberry gw cute ,
Seandai gw mampu dan sanggup, Gw rela kasih dunia ini untuk elo, buat gantiin apa yg pernah hilang dalam hidup lo, saat ini gw Cuma sanggup kasih elo semangat hidup, kasih tau elo kalo elo tuch layak buat dicintai karena hati lo secantik wajah lo.
Bahwa baju murahan yang lo pake sudah terlihat mahal karena lo beli dengan keringet lo.
Bahwa elo sama sekali tidak terlihat murah dan menjijikan karena, lo korbanin itu semua demi orang yg pernah jadi bagian utama hidup lo.
Bahwa gw sudah salah menilai elo dan please kasih kesempatan gw untuk temenin elo dengan waktu gw yg ga banyak,
Karena
Lo wanita terkuat yang pernah gw temui dan gw hargai.

Love…..

tentang

Aku terus berjalan kedepan, sesekali aku akan melihat kebelakang, langkahku tak mampu untuk kuhentikan walapun tubuhku sudah menolak untuk berjalan, karna waktu tak pernah berhenti menungguku, karna dunia ini tak akan berhenti berputar, aku terus berjalan dibawah terik matahari dan ditengan hujan, hingga aku tak mampu membedakan antara peluh dan air mata, aku hanya berbekal hati dan sepasang tangan dan kaki, berjalan dan terus berjalan melewati kumuhnya ibukota hingga sampai di tepian desa ini. Aku belajar dari gemerlapnya malam penuh pesona dan mati suri dalam balutan norma norma suara binatang malam ditengah sawah. Aku tidak pernah merasa seterbelenggu seperti saat ini, memenjarakan imajiasi dan memasung privacy menjadi sebuah cerita milik umum dan dikelilingi oleh sekumpulan mahluk yang berbicara dalam bahasa aneh.
Aku mati secara mental , aku karam diatas bukit, aku bukan siapa siapa waktu aku menjadi bagian dari satu keterbatasan ini.

mysterious odyssey

Aku berpendapat bahwa kehidupan ini sebuah perjalanan yang penuh misteri ,
Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi hari ini, apa yg akan terjadi di detik berikutnya bahkan di menit berikutnya.
Semua mengalir tanpa bisa kita kendalikan, selain hati yang berusaha tetap di tempatnya agar tidak terpolusi oleh arus kehidupan.
Perjalanan ini sarat dengan makna dan sebuah proses pembelajaran.
Pelajaran tentang apa yang paling penting dari kehidupan ?
Pelajaran tentang apa yang nanti akan menjadi bekal waktu kita pulang ?
Yang mungkin sampai ajal menjemput kitapun tak pernah tahu apa sebabnya kita dilahirkan ?

Aku manusia biasa , seorang wanita diusia awal 30 an
Dengan setumpuk buku usang tentang kisah hidup
Perjalanan misterius yang tak pernah aku tahu akhir kisahnya
Selain berusaha belajar dan mengerti akan maknanya.

Syu .